Yuk Sekolah Yuk
Cita-cita membangun negeri pasti dimiliki oleh setiap penduduk Indonesia. Semua memiliki peran penting dalam mewujudkan hal tersebut. Mulai dari pengusaha, peneliti, Aparatur Sipil Negara (ASN), bahkan seorang ibu rumah tangga pun berperan dalam merealisasikan apa yang menjadi tujuan bangsa ini. Sebagai ASN, kita bertugas memberikan pelayanan kepada masyarakat dan mengabdi pada negeri tercinta Indonesia. Rutinitas yang terus kita jalani setiap hari kadang membuat kita merasa nyaman dan enggan meningkatkan kapasitas diri untuk dapat berperan lebih.
Banyak cara yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kapasitas diri dalam membangun negeri, salah satunya melalui pendidikan. Melanjutkan pendidikan menjadi stigma di tengah kenyamanan dan kesibukan dalam bekerja. Berkaca pada pengalaman kami, memang dibutuhkan tekad yang kuat untuk konsisten meluangkan waktu dalam proses ini. Mencari informasi mengenai berbagai jenis penyedia beasiswa sudah kami lakukan sejak lama, setelah mempertimbangkan beberapa hal kami rasa beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) adalah yang paling sesuai dengan tujuan kami. Bertanya kepada teman-teman yang sudah menjadi awardee, menonton youtube, memanfaatkan media sosial instagram dan telegram pun tak luput kami lakukan. Beasiswa LPDP adalah dana beasiswa yang diberikan oleh pemerintah Indonesia kepada masyarakat Indonesia melalui Kementerian Keuangan. Memutuskan untuk mendaftar beasiswa LPDP ternyata tidak semudah itu. Banyak hal yang harus dilalui, dimulai dari proses seleksi hingga tanggung jawab setelah lulus nanti.
Tidak mudah memang mempersiapkan diri untuk mengikuti seleksi beasiswa tersebut di tengah kesibukan pekerjaan di kantor. Time Management dan jurus “kepepet” adalah kuncinya, hehe. Istilah “nyolong-nyolong waktu” disela pekerjaan kami lakukan, seperti ketika pekerjaan selesai dikerjakan, kami sempatkan sedikit waktu untuk belajar, entah itu belajar bahasa inggris ataupun persiapan tes akademik. Pekerjaan akan selalu ada, kitalah yang menyesuaikan.
Dalam prosesnya, tentu tidak seindah ketika mendengar hasil kelulusan yang diperoleh. Banyak rintangan yang dilalui, salah satunya mengikuti tes bahasa inggris berulang kali untuk meraih skor minimal. Kami menemukan alternatif untuk yang memiliki kendala dalam mengikuti tes bahasa inggris, seperti keterbatasan waktu dan lokasi penyedia tes. Beberapa lembaga penyedia tes bahasa Inggris saat ini sudah menyediakan ujian secara online. Dengan mengikuti tes ini, hanya perlu menyesuaikan waktu saja karena pelaksanaan tes dapat dilaksanakan dimanapun menggunakan komputer/laptop. Jadi, sudah tidak ada lagi alasan untuk tidak mengikuti seleksi beasiswa karena kesulitan memperoleh nilai bahasa Inggris.
Menurut kami, kunci dari beasiswa LPDP adalah kemandirian. Kita harus aktif mencari seluruh informasi secara mandiri. Sebetulnya mudah saja didapat dari website resmi LPDP, semua informasi ada disana. Banyak juga channel youtube yang membagikan video pengalaman dan tips terkait seleksi beasiswa ini. Secara umum, ada 3 tahapan dalam proses seleksi, yaitu seleksi administrasi, tes bakat skolastik, dan seleksi substansi. Langkah awalnya pastinya harus sudah memiliki sertifikat bahasa inggris.
Pada seleksi administrasi, kita harus menyiapkan berkas kelengkapan yang diminta, mengisi curriculum vitae secara online pada website pendaftaran, dan menyusun esai. Salah satu tantangan pada seleksi ini adalah dalam penyusunan esai yang diberi tema “Komitmen kembali ke Indonesia, rencana pasca studi, dan rencana kontribusi di Indonesia”. Hal ini mengasah kemampuan kita dalam mendeskripsikan kontribusi nyata yang sudah kita lakukan, sedang kita lakukan, dan akan kita lakukan setelah selesai menempuh studi nanti.
Tahap selanjutnya adalah tes bakat skolastik atau tes kemampuan dasar. Sudah terbiasa berkutat dengan konsep dan definisi survei atau sensus membuat kita sudah lama meninggalkan dunia akademik. Banyak berlatih menjawab soal secara mandiri dan mengikuti berbagai simulasi tes secara online sangat membantu dalam proses ini. Terakhir adalah seleksi substansi atau wawancara. Tahap ini juga memiliki tantangan tersendiri dimana kita akan dihadapkan pada 3 orang pewawancara dengan background yang berbeda. Kita harus bisa mempertanggungjawabkan apa yang sudah kita tulis di tahap pertama. Kemudian, perbanyak update informasi terkini juga akan menambah wawasan kita sehingga dapat memudahkan proses wawancara, disamping latihan wawancara juga perlu dong.
“Man jadda wa jada”, itu motto kami selama berjuang memperoleh beasiswa LPDP. Dimana ada kemauan disitu ada jalan. Tidak ada yang tidak mungkin selama ada kemauan untuk mencoba. Semangat dan selamat berjuang.
Cahya dan Isma
Leave a Reply