Kelapa Tua dan Kelapa Muda

Salah satu tradisi dalam menyambut Bulan Suci Ramadhan yang ada di Provinsi Aceh adalah Meugang. Meugang merupakan kegiatan memasak daging sehari atau dua hari sebelum memasuki Bulan Ramadhan. Sebagai seorang yang turut menjunjung tinggi adat istiadat setempat, penulis juga turut merayakan meugang dengan memasak daging. Seperti kata pepatah dimana bumi dipijak disitu langit dijunjung.

Proses memasak daging diawali dengan membeli bahan baku penolong yang salah satunya adalah kelapa tua. Kelapa tua ini merupakan komponen penting dalam memasak daging, terutama jika kita mau memasak rendang. Menariknya disini adalah harga kelapa tua di pasar Almahira tempat penulis belanja hanya 5.000 rupiah untuk satu buah kelapanya. Apabila pembeli menginginkan sudah dalam bentuk santan, hanya perlu menambah kocek 1.000 rupiah saja.

Sampai titik ini penulis baru paham bahwa harga kelapa tua lebih murah dibandingkan dengan kelapa muda. Sebagai wilayah yang memiliki garis pantai yang cukup panjang, dimana pantai identik dengan habitat pohon kelapa, Aceh tentu memiliki pohon kelapa yang cukup banyak. Tidak begitu sulit untuk mencari penjual kelapa muda. Rata-rata satu buah kelapa muda dibanderol 7.000 sampai dengan 8.000 rupiah.

Sebelum hari meugang, penulis mengira bahwa harga kelapa tua tentu memiliki harga yang lebih mahal dan pada kenyataannya kelapa muda lebih mahal dibandingkan kelapa tua. Filosofi harga buah kelapa memberikan pelajaran kepada penulis bahwa yang tua belum tentu memiliki harga yang lebih mahal dibandingkan dengan yang muda.

Meskipun kelapa tua memiliki harga yang lebih murah dibandingkan dengan kelapa muda peruntukan bahan baku penolong untuk membuat masakan rendang daging tetaplah buah kelapa tua. Semahal apapun buah kelapa muda, tidak akan pernah bisa untuk membantu dalam proses pembuatan rendang daging. Demikian sebaliknya, pada saat menjelang maghrib tentu kita akan mencari kelapa muda untuk bekal buka puasa. Kelapa muda dan kelapa tua memiliki keunggulan masing-masing. Kegunaan kelapa muda dan kelapa tua juga tidak bisa disubstitusikan satu sama lainnya.

Perumpamaan kelapa muda dan kelapa tua mirip dengan dikotomi yang saat ini ada di BPS Aceh. Pegawai di BPS Aceh saat ini berada pada dua kategori yaitu U35 dan U50. Sama halnya dengan buah kelapa, U35 dan U50 memiliki keunggulan dan porsi pekerjaan masing-masing. Tidak semua pekerjaan bisa dikerjakan oleh U35 dan sebaliknya, tidak semua pekerjaan bisa dikerjakan oleh U50. U35 yang berisikan anak-anak muda tentu identik dengan kemampuan IT yang unggul jika dibandingkan dengan U50. Namun U50 juga memiliki keunggulan dalam hal pengalaman bekerja.

Kedua kelompok tersebut baik U35 maupun U50 bisa bekerja sesuai porsinya masing-masing untuk BPS Aceh yang lebih baik.

Maulana Malik Sebdo Aji