KONSULTASI REGIONAL PRODUK DOMESTIK REGIONAL BRUTO-INDIKATOR SOSIAL EKONOMI (PDRB-ISE) SE-SUMATERA TAHUN 2022

Provinsi Aceh menjadi tuan rumah dalam kegiatan Konsultasi Regional Produk Domestik Regional Bruto dan Indikator Sosial Ekonomi (PDRBISE)wilayah Sumatera Tahun 2022 dengan tema “Mendorong Dibingkai megahnya Anjong Mon Mata Komplek Pendopo Gubernur Aceh, para kepala Bappeda, kepala BPS, kepala BI,dan kepala Diskominfo seSumatera berhasil merumuskan“Mufakat Iskandar Muda”, buah pemulihan sosial ekonomi diwilayah Sumatera pasca pandemi Covid-19. Dari segi perekonomian,perlahan perekonomian dunia dan Indonesia mulai bangkit.Demikian juga provinsi-provinsi Pertumbuhan Ekonomi Inklusif untuk Mengurangi Kesenjangan Pembangunan dan Menurunkan Kemiskinan Antar-Wilayah di Sumatera”. Peserta Konsultasi Regional terdiri atas kepala Bappeda, kepala BPS, kepala BI,dan kepala Diskominfo seSumatera.Diiringi tabuhan rebana alat musik khas Aceh,Bapak Moh. Edy Mahmud,Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS RI membuka kegiatan Konreg.

dari hasil pembahasan panjang pada kegiatan High Level Meeting yang telah dilaksanakan pada Selasa malam, 6 Desember 2022.Sumatera merupakan yang ada di regional Sumatera juga menunjukan hal yang positif. Demi mempercepat proses pemulihan baik dari aspek sosial maupun ekonomi,sangat diperlukan kolaborasi antar-wilayah.penyumbang kegiatan ekonomi
terbesar kedua setelah Pulau Jawa bagi perekonomian Indonesia. Kegiatan Konreg yang dihadiri oleh para pemangku kebijakan perencana dan penyedia data diharapkan bisa mempercepat proses pemulihan sosial ekonomi diwilayah Sumatera pasca pandemi Covid-19. Dari segi perekonomian,perlahan perekonomian dunia dan Indonesia mulai bangkit.Demikian juga provinsi-provinsi yang ada di regional Sumatera juga menunjukan hal yang positif. Demi mempercepat proses pemulihan baik dari aspek sosial maupun ekonomi,sangat diperlukan kolaborasi antar-wilayah.

Salah satu indikator penting untuk mengetahui kondisi ekonomi suatu daerah dalam suatu periode tertentu yaitu data Produk Domestik Regional Bruto (PDRB).PDRB menggambarkan kemampuan suatu wilayah untuk menciptakan nilai tambah pada suatu waktu tertentu. Data ini
dapat dijadikan sebagai alat untuk menyusun perencanaan dan kebijakan pembangunan di
bidang ekonomi, dan sebagai alat ukur untuk mengevaluasi hasil pembangunan yang telah
dilaksanakan oleh berbagai pihak, baik pemerintah pusat,daerah, maupun swasta.Informasi yang tercakup dalam PDRB yang dapat digunakan untuk berbagai keperluan,diantaranya adalah kinerja perekonomian yang digambarkan oleh PDRB atas dasar harga konstan dan berlaku, pertumbuhan ekonomi,kontribusi sektor-sektor ekonomi, pergeseran struktur perekonomian, dan PDRB perkapita.

Dalam sajiannya, Bapak Buyung Airlangga, Direktur Neraca Pengeluaran BPS RI,memaparkan bahwa investasi menjadi kunci utama dalam mengembangkan perekonomian Aceh, dan mengajak para investor untuk berani menanamkan modalnya ke Aceh.Selain itu,Warsono,Perwakilan BI Sumatera Utara,mengungkapkan dalam upaya pengendalian inflasi di Regional Sumatera telah dilakukan beberapa gerakan nasional pengendalian inflasi, antara lain:keterjangkauan harga melalui pasar murah, ketersediaan pasokan melalui pengembangan klaster dan urban farming,
kelancaran distribusi melalui subsidi ongkos angkut, komunikasi efektif melalui koordinasi
Tim Pengendalian Inflasi Pusat dan Daerah,dukungan pendanaan pengendalian inflasi melalui
belanja pemerintah dan keterlibatan perbankan,pemberian subsidi, danpenyebarluasan informasi yang lengkap kepada masyarakat.Semoga dengan sinergitas,komitmen dan kolaborasi pemangku kebijakan dalam rangka pengambilan keputusan untuk meningkatkan perekonomian,pengendalian inflasi,serta perencanaan pembangunan di Regional
Sumatera dapat berimplikasi terhadap pertumbuhan dan perkembangan ekonomi yang inklusif.

Maulizasari